Posts

Showing posts from March, 2016

daftar surah makiyyah dan madaniyyah

SURAH-SURAH MAKKIYAH DAN MADANIYAH
Surah-surah makiyah dan madaniah yang sah ada 20 surah:
01. Al-Baqarah
02. Alu 'Imran
03. Al-Nisa'
04. Al-Ma`idah
05. Al-Anfal
06. Al-Taubah
07. Al-Nur
08. Al-Ahzab
09. Muhammad
10. Al-Fath
11. Al-Hujrat
12. Al-Hadid
13. Al-Mujadilah
14. Al-Hasyr
15. Al-Mumtahinah
16. Al-Jumu'ah
17. Al-Munafiqun
18. Al-Thalaq
19. Al-Tahrim
20. Al-Nasr

Dan ada perbedaan pendapat pada 12 surah tersebut:
01. Al-Fatihah
02. Al-Ra'd
03. Al-Rahman
04. Al-Shaff
05. Al-Taghabun
06. Al-Muthaffifin
07. Al-Qadar
08. Al-Bayyinah
09. Al-Zalzalah
10. Al-Ikhlas
11. Al-Falaq
12. Al-Nas

Nama-nama Surat Makkiyah Berdasarkan Urutan Turunnya (Menurut Sebagian Besar Ulama)
01. Al-'Alaq
02. Al-Qalam
03. Al-Muzammil
04. Al-Muddatstsir
05. Al-Fatihah
06. Al-Lahab
07. Al-Takwir
08. Al-A'la
09. Al-Lail
10. Al-Fajr
11. Al-Dhuha
12. Al-Insyirah
13. Al-'Ashr
14. Al-'Adiyat
15. Al-Kautsar
16. Al-Takatsur
17. Al-Ma'un
18. Al-Kafirun
19. Al-Fil
20. Al-Falaq
21. …

SURAT MAKIYYAH DAN MADANIYYAH

Surat Makiyyah dan Madaniyyah

Al Qur’an diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara berangsur-angsur selama kurang lebih 23 tahun. Sebagian besar ayat Al Qur’an tersebut diturunkan di kota Mekah. Para ulama membedakan surat dalam Al Qur’an menjadi dua yaitu: Makiyyah dan Madaniyyah.

Makiyyah adalah surat/ ayat yang diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum beliau hijrah ke kota Madinah. Adapun Madaniyyah adalah surat/ ayat yang diturunkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau hijrah ke kota Madinah.

Perbedaan antara surat Makiyyah dan Madaniyyah dari segi gaya bahasa

1. Ayat-ayat Makiyyah umumnya memiliki uslub (gaya bahasa) yang kuat, kalimatnya keras. Hal ini karena kebanyakan masyarakat ketika itu adalah orang-orang yang suka menentang Islam dan orang-orang yang sombong. Sebagai contoh surat Makiyyah adalah surat Al Mudatstsir dan Al Qomar.
Adapun ayat-ayat Madaniyyah umumnya memiliki gaya bahasa yang lembut, mudah dicerna kali…

cara dan tips lulus UN

1. Niatkan Belajar

Yah, kalau yang satu ini dibaca oleh kamu-kamu yang sudah kelas dua belas rasanya agak kurang pas ya, tapi memang ini adalah salah satu tips yang cukup jitu untuk membuat UN terasa lebih mudah saat kelas dua belas. Pasalnya nih, kelas sepuluh adalah dasarnya pelajaran SMA dimulai, sehingga kalau kamu sangat memahami pelajaran-pelajaran kelas sepuluh, maka kelas sebelas dan dua belas akan terasa jauh lebih ringan dari yang seharusnya. Pastikan (bagi kamu yang masih kelas sepuluh) untuk belajar dengan serius di kelas ya! Jangan ketawa terus aja, nanti waktu UN malah stres lho!

Kamu juga bisa mencoba untuk melihat di buku-buku kira-kira berapa porsi soal-soal UN yang memuat materi tentang kelas sepuluh, dan kira-kira materinya apa saja, sehingga nantinya kamu tidak terlalu kaget saat menghadapi UN di kelas dua belas.

2. UN Bukan Hal yang Mengerikan!

Memang sih UN itu adalah salah satu ujian yang menentukan kelulusanmu, tapi tenang saja, UN itu aslinya tidak menyeramka…

cara cepat hafal juz amma

Bagi teman2.khususnya uin suska riau yang wajib hafal juz amma

1.     Niat kita untuk menghafal al-Quran adalah berusaha “akrab” atau dekat dengan Allah SWT dan mengenal secara lebih detail kandungan kitab suci al-Quran. Dan lazim kita selalu mengharap dari-Nya dan para imam maksum untuk membantu kita untuk mendapatkan hal ini (menghafal al-Quran). Sebagaimana sangat baik sekali jika saat sedang menghafal selalu dalam keadaan suci (berwudu') dan menghadap kiblat.
2.     Memulai hafalan dari usia dini (kanak-kanak) sehingga ayat-ayat kitab suci ini semakin mendarah daging dalam jiwa kita dari sejak kecil.
3.     Saat menghafal, hendaknya ayat yang sedang kita baca di baca secara benar dan dengar suara dan lantunan yang biasa sehingga dapat menghafal dengan mudah.
4.     Membaca ayat-ayat suci al-Quran dengan nada dan intonasi arabi dan dengan renungan dan ketelitian.
5.     Mempelajari tartil sehingga dengan metode itu pula kita menghafal al-Quran.
6.     Sangat baik jika hafalan …

apa kewajiban kita terhadap al quran

1)     At Tilawah (dibaca)
At Tilawah artinya membaca. Mengapa wajib dibaca? Sebab tanpa dibaca mustahil untuk mengerti maknanya, dapat mengamalkannya, bahkan menyampaikannya. Bicara masalah membaca, hukum membaca Al-Qur’an dengan benar (memakai tajwid) adalah Fardhu ‘Ain (wajib untuk setiap orang). Sementara hukum mempelajari ilmu tajwid tersebut adalah Fardhu Kifayah (wajib untuk sekelompok orang, apabila sudah ada yang menjalankan maka gugurlah kewajiban untuk sekelompok orang itu). Jadi mau tidak mau kita harus tetap mempelajari ilmu tajwid walau sedikit, sebab akan sangat sulit untuk membaca dengan tajwid yang benar pabila kita tidak mengerti ilmu tajwid sama sekali.

2)     Al Hifzu (dihafal)
Menghafal... Mengapa Al-Qur’an wajib dihafal? Sebab apabila tidak dihafal tentu akan sulit untuk mengamalkannya. Misalnya Anda ingin sholat, namun tidak hafal Al-Fatihah dan surat pendek, tentu akan menyulitkan Anda saat sholat. Masalah menghafal ini tidak mesti seluruh isi Al-Qur’an yang k…

sejarah singkat pembukuan Al-quran

Pada masa rasulullah Al-Qur’an hanya berupa hafalan-hafalan yang berada benak dada para sahabat dan tulisan di lempeng-lempeng batu, pelepah kurma dan di keping-keping tulang, pada masa itu Al-Qur’an masih berserakan belum ada pembukuan al-Qur’an dalam satu mushaf, atas usulan Umar pada Masa Abu Bakar mulailah terbentuk pembukuan Al-Qur’an, yang dipicu oleh banyak para Qori’ dan hufadz yang gugur pada peperangan Yamamah ( melawan orang yang murtad dari Islam ), dikawatirkan Al-Qur’an akan punah. Pada masa Umar Bin Khattab tidak terjadi permasalahan dengan Al-Qur’an, karena pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab lebih berorientasi terhadap perluasan wilayah. Masa Ustman terjadi perubahan Mushaf Al-Qur’an karena adanya perbedaan antar suku, atas usulan hufaidazh ustman menyeragamkan pembacaan Al-Qur’an dengan dialek Qurays, yang kemudian Mushaf tersebut disebut Al-Imam yang lebih dikenal dengan mushaf Ustmani.

cara mudah khusyu' dalam sholat

Pertama: Menghadirkan Hati.
Menghadirkan hati maksudnya adalah disaat kita sedang sholat maka saat itu sedang bermunajat, sedang berdiri berhadapan langsung dengan Sang Maha Kuasa, berdialog tanpa batas apapun. Maka dalam keadaan seperti itu yakinlah bahwa Allah sedang melihat, memperhatikan dan mengawasi gerak-gerik sholat kita. Benarkah sholat kita, dengan bacaan yang benar atau penuh dengan kesalahan dan lain sebagainya.
Maka alangkah bodohnya kita, jika kita sedang berhadapan langsung seperti itu, kita tidak merasa takut, atau bergetar dengan keberadaanNya dihadapan kita.
Kedua: Anggap saat itu adalah sholat yang terakhir.
Agar semakin khusyu’ anggaplah bahwa sholat tersebut sholat yang terakhir kali kita lakukan, karena bisa jadi usai shalat Allah mencabut nyawa kita. atau bayangkan, disaat kita sedang mengambil wudhu tiba-tiba datang malaikat maut menghampiri kita dan mengabarkan kita, bahwa usai sholat nanti dia akan mencabut nyawa kita. Subhanallah…bagaimanaka shalat kita saat itu…