review jurnal psikologi perkembangan “Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Memaafkan Pada Remaja Akhir”

jurnal aslinya silakan di download di sini



REVIEW JURNAL
“Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Memaafkan Pada Remaja Akhir”



No
Indikasi
Keterangan
1
Judul
Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Memaafkan pada Remaja Akhir
2
Nama dan Edisi Jurnal
Radhitia Paramitasari dan Ilham Nur Alfian
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan
Vol. 1, No. 02, Juni 2012
3
Teori
  • McCullough dkk (2007): Memaafkan dapat dijadikan seperangkat motivasi untuk mengubah seseorang untuk tidak membalas dendam dan meredakan dorongan untuk memelihara kebencian terhadap pihak yang menyakiti serta meningkatkan dorongan untuk konsilasi hubungan dengan pihak yang menyakiti.
  • Burney (2001): eskpresi emosional yang sehat (kontrol kemarahan) menunjukkan strategi manajemen kemarahan yang baik dan belajar untuk mencari solusi positif untuk menghadapi suatu masalah.
  • Chaplin (2005): Kematangan emosi adalah kondisi atau keadaan dalam mencapai tingkat kedewasaan dalam perkembangan emosional seseorang.
  • Anderson (2006): Seseorang yang dapat memaafkan mengalami penurunan kemarahan, kecemasan, dan depresi yang signifikan.
4
Tujuan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kematangan emosi dengan kecenderungan memaafkan pada remaja akhir.
5
Metode
  • Tipe yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian penjelasan, yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya.
  • Subjek penelitian penelitian ini adalah remaja akhir dengan jumlah 121 remaja, yang terdiri dari 72 remaja perempuan dan 49 remaja laki-laki
6
Hasil dan Pembahasan
  • Hasil analisis deskriptif dari masing-masing variabel menunjukkan bahwa sebanyak 45 orang memiliki kematangan emosi yang sedang.
  • Dan yang tergolong mempunyai kematangan emosi rendah sebanyak 35 orang.
  • Dan yang mempunyai tingkat kematangan emosi sangat rendah sebanya 5 orang.
  • Sedangkan remaja dengan tingkat kematangan sangat tinggi dan tinggi secara berturut-turut sebanyak 7 dan 29 orang.
  • Hasil analisis deskriptif skala memaafkan menunjukkan orang yang tergolong dalam kecenderungan memaafkan sedang sebanyak 48 orang.
  • Yang tergolong memiliki kecenderungan memaafkan rendah sebanyak 32 orang.
  • Yang tergolong memiliki kecenderungan sangat rendah sebanyak 6 orang.
  • Jumlah orang yang memiliki kecenderungan memaafkan sangat tinggi dan tinggi secara berturut-turut adalah 7 dan 28 orang.
  • Dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa adanya keterkaitan antara kematangan emosi dan kecenderungan memaafkan.
7
Simpulan
  • Dalam penelitian ini dapat disimpulakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dengan kecenderungan memaafkan pada remaja akhir.
  • Hubungan dalam penelitian ini berbentuk korelasi positif sehingga semakin tinggi kecenderungan memaafkan pada remaja akhir.
  • Begitu juga sebaliknya, semakin rendah kematangan emosi, maka semakin rendah kecenderungan memafkan pada remaja akhir
8
Saran
  • Bagi remaja diharapkan agar bisa memahami serta menguasai emosi, sehingga mampu mencapai kondisi emosional yang adaptif, serta dapat mengembangkan perilaku memaafkan sebagai upaya remaja untuk mendapat tempat, peran, dan penerimaan diri dari lingkungan.
  • Bagi orang tua diharapkan agar mengetahui kebutuhan anak dan mampu bersikap bijaksana dalam segala permasalahan yang dihadapi oleh anak.











Comments

Popular posts from this blog

Jurnal psikologi bahasa inggris beserta terjemahannya dalam bahasa indonesia

contoh review jurnal psikologi pendidikan