Tradisi Bubur Asyuro di Desa Dedap

BUBUR ASYURO






Di desa Dedap terdapat satu tradisi dari dahulunya hingga sekarang masih di lestarikan. Tradisi keagamaan itu adalah Bubur asyuro
Bubur asyuro adalah acara keagamaan dan merupakan tradisi di desa Dedap, kecamatan tasik putri puyu, kabupaten kepulauan meranti, propinsi Riau pada bulan muharrom yang bertepatan pada hari asyuro. Bubur yang asyuro dibuat untuk memperingati 10 muharrom dan akan dimakan bersama setelah masyarakat bersama-sama membaca surah yasin dan berdoa bersama di masjid. Uniknya bubur asyuro ini bukan bubur biasa. Tetapi bubur ini di campuri dengan 41 tumbuhan yang berbeda-beda. 41 tumbuhan yang dimasukkan kedalam bubur bermakna bahwa walaupun kita berbeda-beda namun tetap bisa bersatu. Tradisi ini juga bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal psikologi bahasa inggris beserta terjemahannya dalam bahasa indonesia

review jurnal psikologi perkembangan “Hubungan Antara Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Memaafkan Pada Remaja Akhir”

contoh review jurnal psikologi pendidikan